Tahun Baru, Sebuah Renungan

Rasulullah SAW., bersabda :

“Berlomba-lombalah dalam berbuat kebajikan! (sebelum kamu mendapati) huru hara (fitnah) yang akan menyebabkan keadaan sebagai bagian dari gelapnya malam. (Pada saat itu) seseorang akan bangun di pagi hari sebagai orang yang beriman dan pergi (beranjak) tidur sebagai orang yang tidak beriman atau dia pergi tidur sebagai orang yang beriman dan bangun dari tidur sebagai orang yang tidak beriman. Dia menjual agamanya dengan tawaran (godaan) dunia.” [Shahih Muslim, Dalam Buku Iman bab 51 hadits 118].

Hadits di atas menginformasikan kepada kita bahwa seseorang dapat menjadi Muslim pada pagi hari akan tetapi kafir pada sore hari! Hal itu disebabkan bahwa yang bersangkutan telah melakukan satu dari pembatal Islam sebelum ia berangkat tidur.

Kita mungkin terkejut bagaimana hal itu bisa terjadi. Semua orang telah melakukan sesuatu dan berfikir bahwa dia adalah seorang Muslim ketika bangun tidur, namun ironisnya karena di siang hari dia melakukan beberapa hal, maka dia bisa menjadi murtad, Naudzubillah min dzalik.

Beberapa hal tersebut diantaranya ;

  • Atas nama kebebasan dan seni menghina Nabi Muhammad SAW., dengan menggabarkannya dalam bentuk kartun, pin, dan sejenisnya.
  • Melakukan atau meminta seorang Muslim untuk bergabung dengan agen-agen kufur untuk menyusup ke komunitas Muslim (memata-matai kaum muslimin).
  • Bekerjasama dengan pemerintahan kufur untuk memata-matai kaum Muslimin.
  • Menghina wanita Muslim yang menggunakan hijab/jilbab, termasuk menolak syari’at jilbab.
  • Mendukung Obama (atau penguasa kufur lainnya) yang secara tegas meminta dan menekan kaum Muslimin untuk bersatu dan berada (di bawah sistem kufur).
  • Bekerja dengan golongan orang-orang menyimpang yang meminta kita untuk bergabung dengan tentara salib.
  • Berpartisipasi dengan orang-orang munafiq yang menyerukan ibadah antar agama (pluralisme).
  • Bersumpah setia kepada penguasa-penguasa kafir.

Ini adalah sebagian isu-isu yang dihadapi Ummat Muslim di tahun ini dan satu sama lain telah didisain untuk memerangi indentitas Islam dan menepiskan atau mengikis  aqidah tauhid dan pemahaman Islam.

Namun perbuatan buruk ini tidak ada yang baru ketika membandingkannya dengan apa yang disaksikan oleh para Shahabat Rasulullah SAW., di Mekkah. Mereka menghadapi serangan lisan dan fisik yang menyakitkan dari rezim Quraisy.

Mereka diboikot, dibunuh, disiksa dan dipenjara tetapi mereka tidak pernah kompromi terhadap dien Allah SWT.  Namun mereka tetap sabar, tabah dan mengorbankan semua yang mereka miliki untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Karena kualitas yang sempurna ini mereka mendapat ridho Allah yang menjamin mereka mendapatkan balasan yang sangat tinggi, yakni Jannah..

Itulah mengapa standar Islam kita adalah wahyu (Al-Qur’an dan As-Sunnah) berdasarkan atas pemahaman Shahabat R.A. Allah SWT menginformasikan kepada kita:

“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu).”  (QS Al Baqarah, 2: 137)

Maka kami dengan sungguh-sungguh dan dari hati yang paling dalam bertanya kepada saudara saudari Muslim pada saat ini, bagaimana reaksi mereka terhadap semua kejadian di atas? Apakah kita melihat bagaimana para Shahabat Rasul terakhir bereaksi pada tekanan seperti itu dan mau meneladani mereka ? Atau apakah kita mengikuti kebanyakan orang, menerima kemauan kita (hawa nafsu) atau tidak melakukan apa pun.

Dapatkah kita bayangkan para Shahabat seperti Abu Bakar atau Fatimah bekerja untuk inteligen Quraisy, memata-matai anak mereka sendiri, bersumpah setia pada Abu Jahal, berperang melawan ummat Muslim (Iraq), shalat dengan Abu Lahab (Paus), berjalan dengan telanjang (tanpa menutupi aurat mereka), mengibarkan bendera kemusyrikan dan mengatakan seseorang yang menggambar kartun Nabi Muhammad adalah sebuah kebebasan ?

Tentu, untuk melakukan yang demikian itu jawabannya dengan jelas adalah tidak, tidak, dan tidak. Nabi Muhammad SAW.,  berkata aku berlepas diri dari muslim yang hidup (dan tidur) di antara musyrikin. Para Shahabat bertanya mengapa Ya Rasulullah ? Beliau besabda, orang-orang itu tidak membedakan jalan hidup mereka dari jalan hidup kuffar. [HR. Sunan Darimi]

Wallahu’alam bis Showab!

Source : Almuhajirun.net

Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: