Category: Mahabbah

Ungkapan Hati

Perlu sekali-kali untuk melakukan terapi hati tentang bagaimana kualitas hubungan seseorang.

Perlu sekali-kali hectic yang bikin emosi gak stabil untuk bisa tahu seberapa dalam sebuah perasaan.

Karena inilah caraku untuk mempertahankan rasa,

Iyaa..

Rasa sayang yang tak bertepi untuk dia yang aku sayang,
Rasa takut… khawatir yang berlebihan,
Karena dengan cara itulah aku menjaganya.

Yaa Rabb, maafkan diri ini yang tidak bisa lepas dari angan-angan tentangnya. Maafkan bila ternyata aku terlalu cinta dia.

Terkesan kasar,
Membuat sakit hati,
Seperti pahitnya jamu yang membuat badan tetap sehat,
Seperti itulah percikan akibat gesekkan emosi yang bisa membuat hubungan tetap kuat.

Hanya kepada Allah aku meminta taufiq untuk bisa menjaga rasa ini,
Menumbuhkan rasa kecintaan hanya karenaNya,
Cinta karena apa yang ada pada dirinya,
Cinta karena sesuatu yang dengannya insyaa Allah mendaptkan keridhaanNya.

Semoga terlahir rasa sayang yang tak bertepi sampai Allah yang memadamkan rasa itu karena harus pulang menghadapNya.

Teruntuk Istriku… barakallah fikum…

Keshalihan orang tua adalah asuransi terbaik untuk anaknya

Bukti cinta orang tua sepanjang jalan adalah mereka memikirkan masa depan anaknya. Mereka tidak ingin anak-anak kelak hidup dalam kesulitan. Persiapan harta pun dipikirkan masak-masak dan maksimal.

Para orang tua sudah ada yang menyiapkan tabungan, asuransi bahkan perusahaan. Rumah pun telah dibangunkan, terhitung sejumlah anak-anaknya. Ada juga yang masih bingung mencari-cari bentuk penyiapan masa depan terbaik. Ada yang sedang memilih perusahaan asuransi yang paling aman dan menjanjikan. Tetapi ada juga yang tak tahu harus berbuat apa karena ekonomi hariannya pun pas-pasan bahkan mungkin kurang.

Bagi yang telah menyiapkan tabungan dan asuransi, titik terpenting yang harus diingatkan adalah jangan sampai kehilangan Allah. Hitungan detail tentang biaya masa depan tidak boleh menghilangkan Allah yang Maha Tahu tentang masa depan. Karena efeknya sangat buruk. Kehilangan keberkahan. Jika keberkahan sirna, harta yang banyak tak memberi manfaat kebaikan sama sekali bagi anak-anak kita.

Lihatlah kisah berikut ini:

Dalam buku Alfu Qishshoh wa Qishshoh oleh Hani Al Hajj dibandingkan tentang dua khalifah di jaman Dinasti Bani Umayyah: Hisyam bin Abdul Malik dan Umar bin Abdul Aziz. Keduanya sama-sama meninggalkan 11 anak, laki-laki dan perempuan. Tapi bedanya, Hisyam bin Abdul Malik meninggalkan jatah warisan bagi anak-anak laki masing-masing mendapatkan 1 juta Dinar. Sementara anak-anak laki Umar bin Abdul Aziz hanya mendapatkan setengah dinar.

Dengan peninggalan melimpah dari Hisyam bin Abdul Malik untuk semua anak-anaknya ternyata tidak membawa kebaikan. Semua anak-anak Hisyam sepeninggalnya hidup dalam keadaan miskin. Sementara anak-anak Umar bin Abdul Aziz tanpa terkecuali hidup dalam keadaan kaya, bahkan seorang di antara mereka menyumbang fii sabilillah untuk menyiapkan kuda dan perbekalan bagi 100.000  pasukan penunggang kuda.

Apa yang membedakan keduanya? KEBERKAHAN.

Kisah ini semoga bisa mengingatkan kita akan bahayanya harta banyak yang disiapkan untuk masa depan anak-anak tetapi kehilangan keberkahan. 1 juta dinar (hari ini sekitar Rp 2.000.000.000.000,-) tak bisa sekadar untuk berkecukupan apalagi bahagia. Bahkan mengantarkan mereka menuju kefakiran.

Melihat kisah tersebut kita juga belajar bahwa tak terlalu penting berapa yang kita tinggalkan untuk anak-anak kita. Mungkin hanya setengah dinar (hari ini sekitar Rp 1.000.000,-) untuk satu anak kita. Tapi yang sedikit itu membaur dengan keberkahan. Ia akan menjadi modal berharga untuk kebesaran dan kecukupan mereka kelak. Lebih dari itu, membuat mereka menjadi shalih dengan harta itu.

Maka ini hiburan bagi yang hanya sedikit peninggalannya.

Bahkan berikut ini menghibur sekaligus mengajarkan bagi mereka yang tak punya peninggalan harta. Tentu sekaligus bagi yang banyak peninggalannya.

Bacalah dua ayat ini dan rasakan kenyamanannya,

Ayat yang pertama,

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu.” (Qs. Al Kahfi: 82)

Ayat ini mengisahkan tentang anak yatim yang hartanya masih terus dijaga Allah, bahkan Allah kirimkan orang shalih yang membangunkan rumahnya yang nyaris roboh dengan gratis. Semua penjagaan Allah itu sebabnya adalah keshalihan ayahnya saat masih hidup.

Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan,

“Ayat ini menunjukkan bahwa Allah ta’ala menjaga orang shalih pada dirinya dan pada anaknya walaupun mereka jauh darinya. Telah diriwayatkan bahwa Allah ta’ala menjaga orang shalih pada tujuh keturunannya.”

Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menukil kalimat Hannadah binti Malik Asy Syaibaniyyah,

“Disebutkan bahwa kedua (anak yatim itu) dijaga karena kesholehan ayahnya. Tidak disebutkan kesholehan keduanya. Antara keduanya dan ayah yang disebutkan keshalihan adalah 7 turunan. Pekerjaannya dulu adalah tukang tenun.”

Selanjutnya Ibnu Katsir menerangkan,

“Kalimat: (dahulu ayah keduanya orang yang sholeh) menunjukkan bahwa seorang yang shalih akan dijaga keturunannya. Keberkahan ibadahnya akan melingkupi mereka di dunia dan akhirat dengan syafaat bagi mereka, diangkatnya derajat pada derajat tertinggi di surga, agar ia senang bisa melihat mereka, sebagaimana dalam Al Quran dan Hadits. Said bin Jubair berkata dari Ibnu Abbas: kedua anak itu dijaga karena keshalihan ayah mereka. Dan tidak disebutkan kesholehan mereka. Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa ia adalah ayahnya jauh. Wallahu A’lam

Ayat yang kedua,

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.” (Qs. Al A’raf: 196)

Ayat ini mengirimkan keyakinan pada orang beriman bahwa Allah yang kuasa menurunkan al Kitab sebagai bukti rahmatNya bagi makhlukNya, Dia pula yang akan mengurusi, menjaga dan menolong orang-orang shalih dengan kuasa dan rahmatNya. Sekuat inilah seharusnya keyakinan kita sebagai orang beriman. Termasuk keyakinan kita terhadap anak-anak kita sepeninggal kita.

Untuk lebih jelas, kisah orang mulia berikut ini mengajarkan aplikasinya.

Ketika Umar bin Abdul Aziz telah dekat dengan kematian, datanglah Maslamah bin Abdul Malik. Ia berkata, “Wahai Amirul Mu’minin, engkau telah mengosongkan mulut-mulut anakmu dari harta ini. Andai anda mewasiatkan mereka kepadaku atau orang-orang sepertiku dari masyarakatmu, mereka akan mencukupi kebutuhan mereka.”

Ketika Umar mendengar kalimat ini ia berkata, “Dudukkan saya!”

Mereka pun mendudukkannya.

Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku telah mendengar ucapanmu, wahai Maslamah. Adapun perkataanmu bahwa aku telah mengosongkan mulut-mulut anakku dari harta ini, demi Allah aku tidak pernah mendzalimi hak mereka dan aku tidak mungkin memberikan mereka sesuatu yang merupakan hak orang lain. Adapun perkataanmu tentang wasiat, maka wasiatku tentang mereka adalah: ((إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ)). Anaknya Umar satu dari dua jenis: shalih maka Allah akan mencukupinya atau tidak sholeh maka aku tidak mau menjadi orang pertama yang membantunya dengan harta untuk maksiat kepada Allah.” (Umar ibn Abdil Aziz Ma’alim At Tajdid wal Ishlah, Ali Muhammad Ash Shalaby)

Begitulah ayat bekerja pada keyakinan seorang Umar bin Abdul Aziz. Ia yang telah yakin mendidik anaknya menjadi shalih, walau hanya setengah dinar hak anak laki-laki dan seperempat dinar hak anak perempuan, tetapi dia yakin pasti Allah yang mengurusi, menjaga dan menolong anak-anak sepeninggalnya. Dan kisah di atas telah menunjukkan bahwa keyakinannya itu benar.

Umar bin Abdul Aziz sebagai seorang khalifah besar yang berhasil memakmurkan masyarakat besarnya. Tentu dia juga berhak untuk makmur seperti masyarakatnya. Minimal sama, atau bahkan ia punya hak lebih sebagai pemimpin mereka. Tetapi ternyata ia tidak meninggalkan banyak harta. Tak ada tabungan yang cukup. Tak ada usaha yang mapan. Tak ada asuransi seperti hari ini.

Tapi tidak ada sedikit pun kekhawatiran. Tidak tersirat secuil pun rasa takut. Karena yang disyaratkan ayat telah ia penuhi. Ya, anak-anak yang shalih hasil didikannya.

Maka izinkan kita ambil kesimpulannya:

  1. Bagi yang mau meninggalkan jaminan masa depan anaknya berupa tabungan, asuransi atau perusahaan, simpankan untuk anak-anak dari harta yang tak diragukan kehalalannya.
  2. Hati-hati bersandar pada harta dan hitung-hitungan belaka. Dan lupa akan Allah yang Maha Mengetahui yang akan terjadi.
  3. Jaminan yang paling berharga –bagi yang berharta ataupun yang tidak-, yang akan menjamin masa depan anak-anak adalah: keshalihan para ayah dan keshalihan anak-anak.

Dengan keshalihan ayah, mereka dijaga.

Dan dengan keshalihan anak-anak, mereka akan diurusi, dijaga, dan ditolong Allah.

Oleh:  Ustadz Budi Ashari, Lc.

Ya Rasulullah, izinkan aku berzina

Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”

Bayangkan apa yang anda akan katakan pada saat ada seorang anak muda, datang kepada anda dan meminta diidzinkan untuk berzina?

Kejadian ini bukan di warung atau di pasar, tapi terjadi di dalam salah satu masjid paling mulia di muka bumi ini, di masjid Nabawi.

Terbayang oleh kita betapa Rasul bisa membuat anak muda ini merasa begitu dekat dengan beliau dan bicara dengan sangat terbuka, bahkan untuk hal yang kita tahu ini sebagai salah satu dosa besar.

Orang-orang pun bergegas menghampiri pemuda itu dan menghardiknya. Dan mereka mengatakan, “Diam … Diam ….”

Sementara Rasul malah menyuruh pemuda tersebut mendekat kepada Rasulullah dalam jarak sangat dekat kemudian Rasulullah menyuruh pemuda itu untuk duduk.

Sungguh luar biasa! Zina adalah salah satu dosa besar yang hukumannya bagi si pelaku adalah di rajam sampai mati (kalau pelaku sudah menikah) atau didera dengan 100 kali cambukan untuk mereka yang masih bujangan.

Bukankah Rasulullah adalah orang yang paling pantas mengatakan bahwa itu haram dan dosa besar bagi pelakunya?

Tapi lihat bagaimana Rasulullah dengan kelembutannya memanggil pemuda itu untuk mendekat sangat dekat, bahkan meminta dia duduk berhadapan dengan Rasulullah.

Rasulullah mengatakan : “Apakah engkau suka kalau itu terjadi pada ibumu?”

Masya Allah beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam membuat permisalan yang mengangkat logika pemuda yang hampir padam karena terjangan syahwatnya.

Syahwat yang mendominasi dalam diri seseorang akan mematikan logika berfikirnya. Sehingga menjadi nekad dan tidak memperhitungkan resikonya.

Pertanyaan Rasulullah, “Apakah engkau suka kalau itu terjadi pada ibumu?”,menohok logika berfikirnya dan menyentuh perasaannya.

Lalu pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusan dirimu.”

Rasulullah berkata, “Dan begitu pula seluruh manusia tidak ingin engkau berzina dengan ibu-ibu mereka.”

Rasulullah berkata lagi, “Apakah engkau suka kalau itu terjadi pada anak perempuanmu?”

Pemuda itu kembali menjawab, “Tidak demi Allah ya Rasulullah semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusan dirimu”.

Rasulullah berkata, “Begitu pula seluruh manusia tidak ingin engkau melakukan itu kepada anak perempuan mereka.”

Rasulullah berkata lagi, “Apakah engkau suka kalau itu terjadi kepada saudara perempuanmu?”

Pemuda itu kembali menjawab, “Tidak demi Allah, semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusan dirimu”.

Rasulullah berkata, “Begitu pula seluruh manusia tidak ingin engkau melakukan itu kepada saudara perempuan mereka.”

Kemudian Rasul bertanya lagi : “Apakah engkau suka kalau saudara perempuan ayahmu berzina?”

Dia menjawab : “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu.”

Rasul pun menjawab : “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau engkau berzina dengan saudara perempuan ayah mereka.”

Kemudian Rasul bertanya lagi : “Apakah engkau suka kalau saudara perempuan ibumu berzina?”

Dia menjawab : “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu.”

Rasul pun menjawab : “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau engkau berzina dengan saudara perempuan ibu mereka.”

Kemudian Nabi meletakkan tangan beliau kepada si pemuda itu seraya mendo’akannya :

“Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.”

Setelah itupun si pemuda sama sekali tidak punya keinginan lagi untuk berzina.

Beginilah cara Rasulullah menghadapi seorang anak muda yang telah tertutupi akal fikirannya dengan syahwat yang menggebu-gebu.

Menghidupkan logikanya yang terpuruk dan menyentuh hatinya secara berulang. Padahal Nabi bisa melakukan itu dalam satu kali nasehat. Tapi Nabi mengulangnya sampai beberapakali.

Dan terakhir beliau mendoakannya. Inilah yang sering kita lupakan. Betapa jarangnya kita mendoakan agar orang-orang yang telah melakukan kesalahan agar ia berubah menjadi baik.

Terkadang saat kesalahan itu terjadi pada diri anak-anak kita. Kita lebih cenderung mengingatkan kepada dirinya untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Tapi lupa meminta kepada sang pemilik hati agar ia terhindar dari kesalahan yang ia lakukan itu.

Mahligai Cinta

Suatu hari datang seorang ibu,
ingin beliau kenalkan ku pada gurunya,
guru yang sudah banyak mengajarkan ia banyak hal,
entah berapa lama beliau sudah berguru…

Ibu itu berkata pada ku,
Nak, ibu punya guru,
dia mengajari ibu banyak hal,
dia juga butuh pendamping agar sempurna Imannya…

Entah ketika itu apa yang ada dalam pikiran ini,
entah itu jawaban dari do’a-do’a ku,
ataukah hanya kebetulan saja ibu itu mengenalkan dia padaku,
atau memang jawaban dari do’a ku yang selalu kupinta pada-Nya…

Hari itu janjian pertemuaan tidak terjadi,
dan kufikir, ahh.. sudahlah,
tak kejadian mungkin, bukan waktunya,
tapi yang kuyakini pasti di lain waktu kan bertemu…

berjalannya waktu,
ketika itu bulan Ramadhan,
bulan indah nan barakah,
dia hadir kembali, tapi hadirnya tak disengaja…

tak disengaja karna tak terencana seperti sebelumnya,
dia hadir kerena ikatan pertemanan yang sama,
istri dari temen ku dan temannya sama-sama berteman,
disitu awal mula dari Mahligai Cinta ini…

Ya Rabbana… Engkau Maha adil,
Engkau Maha Tahu akan segala isi hati ini,
Engkau juga yang Maha Membolak balikkan hati,
Kau berikan jalan untuk mengenalinya begitu indah,
Bahkan aku pun tak tau ia lah tulang rusukku yang hilang…

Terjalinlah komunikasi perkenalan,
Terbangun pula rasa cinta,
bulan Dzul Qa’dah, menjadi saksi cinta ini,
Alhmdulillah ya Rabbana…

Rabbi, jadikan Mahligai Cinta ini berkekalan,
berkekalan hingga di Syurga Firdaus-Mu,
Rahmati kami, berkahi kami,
jauhkan kami dari kemaksiatan pada-Mu,
Bimbinglah kami menjalankan bahtera Mahligai Cinta ini,
seperti yang telah Engkau ajarkan pada baginda Rasul Mulia,
Muhammad Shallalahu ‘alaihi wasallam…

Karuniakan kami keturunan yang Shalih dan Shalihah,
agar mereka dapat beribadah dan ta’at akan perintah-Mu,

Ya Allah.. Yang Maha akan segalannya…

Madinah, Sya’ban 1439
untukmu, tulang rusukku…

Teguran, Saya Menangis dan Malu Baca Cerita Ini…

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yg itu brp Pak?”. Continue reading…

Kisah pernikahan terindah; izinkan aku menjadi suaminya di Surga

Di kota Suffah tinggalah seorang pemuda bernama Zahid. Ia hidup pada zaman Rasulullah. Setiap hari ia tinggal di Masjid Madinah. Zahid memang bukan pemuda tampan. Di usianya yang ke 35, ia belum juga menikah.

Suatu hari, ketika Zahid tengah mengasah pedangnya, tiba-tiba Rasulullah datang dan mengucapkan salam kepadanya. Zahid kaget dan menjawabnya dengan gugup. “Wahai saudaraku Zahid. Selama ini engkau tampak sendiri saja.” Sapa Rasulullah.

“Allah bersamaku, wahai Rasulullah,”jawab Zahid.

“Maksudku, mengapa selama ini engkau masih melajang? Apakah tak ada dalam benakmu keinginan untuk menikah?” tanya beliau lagi.

Zahid menjawab, “Wahai Rasulullah, aku ini lelaki yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Apalagi wajahku sangat tak memenuhi syarat. Siapa wanita yang mau denganku?”

“Mudah saja kalau kau mau!” kata Rasulullah menimpali.

Zahid hanya termangu. Tak lama kemudian Rasulullah memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat lamaran untuk melamar wanita bernama Zulfah binti Said. Ia anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan cantik jelita. Surat itupun segera diberikan kepada Zahid untuk kemudian diserahkan kepada Said. Setiba disana ternyata Said tengah menerima tamu. Maka usai mengucapkan salam, Zahid menyerahkan surat tersebut tanpa masuk ke dalam rumah.

“Said saudaraku, aku membawa surat untukmu dari Rasul yang mulia,” kata Zahid.

Said menjawab, “ini adalah kehormatan buatku.”

Surat itu dibuka dan dibacanya. Alangkah terperanjatnya Said usai membaca surat tersebut. Tak heran, karena dalam tradisi Arab selama ini, perkawinan yang biasanya terjadi adalah seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan pula. Orang yang kaya harus kawin dengan yang kaya juga. Itulah yang dinamakan “sekufu”(sederajat).

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong?”

Dalam suasana demikian, Zulfah datang dan bertanya, “Ayah, mengapa engkau tampak tegang menghadapi tamu ini? Apa tak lebih baik bila ia disuruh masuk?”

“Anakku, ia adalah pemuda yang sedang melamarmu. Dia akan menjadikan engkau istrinya,” kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid. Ia pun menangis sejadi-jadinya.

“Ayah, banyak pemuda yang lebih tampan dan kaya raya. Semuanya menginginkan aku. Aku tak mau, Ayah!” jawab Zulfah merasa terhina.

Said pun berkata kepada Zahid, “Saudaraku, engkau tahu sendiri anakku merasa keberatan. Bukannya aku hendak menghalanginya. Maka sampaikanlah kepada Rasulullah bila lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasulullah disebut sang ayah, Zulfah berhenti menangis dan bertanya, “Mengapa ayah membawa-bawa nama Rasulullah?”

Said pun menjawab, “Lelaki yang datang melamarmu ini adalah karena perintah Rasulullah. “

Serta merta Zulfah mengucap Istighfar berulang kali dan menyesali kelancangan perbuatannya itu. Lirih, wanita muda itu berkata kepada sang ayah, “Mengapa ayah tak mengatakannya sejak tadi bila yang melamarkan lelaki itu Rasulullah. Kalau begitu keadaannya, nikahkan saja aku dengannya. Karena aku teringat firman Allah, “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar dan kami patuh.’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung’.”(An-Nuur: 51).”

Hati Zahid bagai melambung entah ke mana. Ada semburat suka cita yang tergambar dalam rona wajahnya. Bahagia, itu yang pasti ia rasakan saat itu. Setiba di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?” Tanya Rasulullah.

“Alhamdulillah diterima, wahai Rasul,” jawab Zahid.

“Sudah ada persiapan?” tanya Rasulullah lagi.

Zahid menundukkan kepala sambil berkata,”Rasulullah, aku tidak memiliki apa-apa.”

Rasulullah pun menyuruhnya ke rumah Abu Bakar, Utsman, dan Abdurrahman bin Auf. Setelah mendapatkan sejumlah uang yang cukup, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan pernikahan. Bersamaan dengan itu Rasulullah menyeru umat Islam untuk berperang menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di mesjid, ia melihat kaum muslimin telah bersiap dengan persenjataannya. Zahid bertanya,”Ada apa ini?”

Sahabat menjawab, “Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita. Apakah engkau tidak mengetahuinya? “

Zahid pun beristighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah kalau begitu aku lebih baik menjual perlengkapan perkawinan ini dan aku akan membeli kuda yang terbaik. “

“Tetapi Zahid, malam nanti adalah bulan madumu. Apakah engkau akan hendak pergi juga? “ kata para sahabat menasehati.

“Tidak mungkin aku berdiam diri!” jawab Zahid tegas.

Lalu Zahid menyitir ayat “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (At-Taubah:24).

Akhirnya Zahid melangkah ke medan tempur sampai ia gugur.

Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

Lalu Rasulullah membacakan surat Ali Imran ayat 169-170 dan Al-Baqarah ayat 154

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-oorang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezaki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepada mereka, dan bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka dan mereka tidak bersedih hati. “

“Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) telah mati. Sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”

Para sahabat pun meneteskan air mata. Bagaimana dengan Zulfah?

Mendengar kabar kematian Zahid, ia tulus berucap, “Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu. Andai aku tak dapat mendampinginya di dunia, izinkanlah aku mendampinginya di akhirat kelak.”

Demikian pintanya. Sebuah ekspresi cinta sejati dari dunia hingga akhirat. Cinta yang bersemi oleh ketaatan kepada titah Rasulullah, meski semula hati berontak.

Wallahu ‘alam…

Kekuatan penyembuhan dengan Al-Quran berdasarkan penelitian ilmiah

Ada banyak penyakit setiap hari yang sembuh dengan membaca Al-Quran. Kita tidak dapat membantah hal itu karena kesembuhan memang terjadi. Hal itu terjadi pada saya (Abduldaem Al-Kaheel – penyusun artikel) ketika saya membaca ayat-ayat tertentu untuk khusus penyakit dan penyakit itu sembuh! (atas izin Allah).

Penyembuhan dengan Al-Quran adalah isu yang kritis yang tidak banyak ada studi atau penelitian tentangnya, jadi saya rasa untuk memulai perjalanan ini dan memohon kepada Allah untuk membimbing saya, memberikan saya ilmu yang bermanfaat, menunjukkan kepada saya kebenaran dan menolong saya untuk melakukannya, dan menunjukkan kepada saya kesalahan dan menolong saya untuk menjauhinya. Salah satu buah terpenting dari penelitian ini, yang berlangsung selama bertahun-tahun, yaitu bahwa saya datang dengan hasil yang penting: Allah telah menempatkan dalam setiap ayat Al-Quran sebuah kekuatan penyembuhan untuk penyakit tertentu jika ayat ini dibaca dalam jumlah tertentu berkali-kali.

Permulaan

Ketika kita merenungkan alam semesta di sekeliling kita, kita melihat bahwa setiap atom bergetar dalam frekuensi tertentu, apakah atom ini bagian dari logam, air, sel atau apapun. Sehingga setiap benda di dalam alam semesta ini bergetar, hal ini memberikan fakta ilmiah.

Struktur dasar alam semesta ini adalah atom, dan struktur dasar tubuh kita adalah sel; setiap sel terbuat dari milyaran atom dan setiap atom terbuat dari nukleus positif dan elektron negatif yang berotasi di sekitarnya; karena rotasi ini sebuah medan elektromagnetik dihasilkan serupa dengan medan-medan yang dihasilkan oleh sebuah mesin.

 

Gambar 1: Atom adalah struktur dasar di dalam alam semesta ini dan di dalam tubuh kita; ini terus-menerus bergetar, yang artinya setiap benda bergetar sesuai degan sebuah sistem yang teliti.

Rahasia yang membuat otak kita berpikir adalah sebuah program akurat yang ada dalam sel-sel otak; program yang berada di dalam setiap sel ini mengerjakan tugasnya dengan teliti; kerusakan sekecil apapun dalam pekerjaannya akan menyebabkan ketidakseimbangan dan penyakit di beberapa bagian tubuh; pengobatan terbaik untuk ketidakseimbangan ini adalah dengan mengembalikan keseimbangan pada tubuh. Para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel tubuh dipengaruhi oleh berbagai getaran seperti gelombang cahaya, gelombang radio, gelombang suara, dll. Tetapi apa itu suara?

Gambar 2: Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini bisa menimbulkan penyakit pada beberapa bagian tubuh. Itulah mengapa sel-sel yang rusak harus digetarkan untuk mengembalikan keseimbangannya.

Kita tahu bahwa suara terbuat dari gelombang atau getaran yang bergerak di udara pada sekitar 340m/detik. Setiap suara memiliki frekuensinya sendiri, dan manusia bisa mendengar dari frekuensi 20 per detik hingga frekuensi 20000 per detik (1).

Gelombang-gelombang ini menyebar di udara dan kemudian ditangkap oleh telinga, kemudian berubah menjadi sinyal elektrik dan bergerak melalui saraf suara menuju kulit accoustic bark pada otak; sel-sel terkait dengan gelombang-gelombang tersebut dan bergerak ke dalam berbagai bagian otak, terutama di bagian depan; semua bagian ini bekerja sama sesuai dengan sinyal-sinyal tersebut dan menerjemahkan mereka ke dalam bahasa yang dipahami oleh manusia. Dengan demikian, otak menganalisa sinyal-sinyal tersebut dan memberikan perintah-perintahnya ke berbagai bagian tubuh untuk terhubung dengan sinyal-sinyal itu.

Gambar 3: Suara terdiri dari getaran mekanik yang mencapai telinga kemudian sel-sel otak yang terhubung dengan getaran-getaran itu dan mengubah getaran-getarannya sendiri; itulah mengapa suara dianggap sebuah kekuatan penyembuhan yang efektif, tergantung pada sifat suara dan frekuensinya. Kita temukan kekuatan penyembuhan itu di dalam Al-Quran karena ini adalah kitab Allah.

Dari sini muncul terapi suara; suara tersebut adalah sebuah getaran, sel-sel tubuh bergetar, kemudian suara tersebut mempengaruhi sel-sel tubuh. Ini adalah hal yang ditemukan oleh para pengamat baru-baru ini.

Di universitas Washington pada abad dua puluh satu belakangan ini, para ilmuwan menemukan bahwa tugas sebuah sel otak tidak hanya mentransfer informasi, setiap sel adalah sebuah komputer kecil yang bekerja mengumpulkan informasi, memprosesnya, dan memberikan perintah terus-menerus siang-malam 24 jam.

Ellen Covey, seorang peneliti di Washington University, mengatakan bawa ini adalah pertama kalinya kita menyadarai bahwa otak tidak bekerja sebagai komputer yang besar, tetapi otak berisi sejumlah besar komputer yang bekerja dengan cara kooperatif, ada sebuah komputer kecil dalam setiap sel, dan ada komputer-komputer yang dipengaruhi oleh getaran di sekitarnya, terutama suara (2).

Gambar 4: Eksperimen (percobaan) menunjukkan bahwa di dalam setiap sel di dalam otak ada sebuah komputer yang Allah tanamkan padanya sebuah program akurat yang mengarahkan sel dan mengontrol kerjanya. Itu juga menunjukkan bahwa suara mempengaruhi sel tersebut; gambar di atas adalah gambar sel yang terkena pengaruh oleh sebuah suara dan medan elektromagetik yang terbentuk di sekitarnya.

Dengan begitu, kita bisa mengatakan bahwa sel-sel di setiap bagian tubuh bergetar dalam frekuensi tertetu, dan membentuk sebuah sistem yang rumit dan terkoordinasi yang terpengaruh oleh setiap suara di sekitarnya. Sehingga, setiap penyakit yang melanda semua bagian tubuh akan menyebabkan sebuah perubahan dalam getaran pada bagian sel ini dan oleh karena itu menyebabkannya menyimpang dari sistem tubuh yang umum yang mempegaruhi seluruh tubuh. Inilah mengapa, ketika tubuh ini terkena suara tertentu, suara ini mempengaruhi sistem getaran tubuh dan terutama pada bagian yang tidak beraturan; bagian ini akan merespon suara tertentu untuk mengembalikan sistem getaran asli, atau dengan kata lain untuk mengembalikan kondisi kesehatannya. Para ilmuwan menemukan hasil ini belum lama ini. Bagaimana kisah ilmiah ilmu pengetahuan (terapi suara) ini?

Cerita tentang terapi suara

Alfred Tomatis, seorang dokter Perancis, membuat eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia dan muncul dengan hasil bahwa indera pendengaran adalah indera yang paling penting! Dia menemukan bahwa telinga mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya dan keseimbangan serta koordinasi gerakan-gerakannya ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol susunan saraf!

Selama eskperimennya, ia menemukan bahwa saraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara. Telinga dalam terhubung dengan seluruh bagian tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, perut dan usus; hal ini menjelaskan mengapa frekuensi suara mempengaruhi seluruh tubuh (3).

Pada 1960, ilmuwan Swiss Hans Jenny menemukan bahwa suara mempengaruhi berbagai material dan memperbarui partikular-partikularnya, dan bahwa setiap sel tubuh memiliki suaranya sendiri dan akan terpengaruh oleh pembaruan suara serta material di dalamnya (4). Pada 1974, para peneliti Fabien Maman dan Sternheimer mengumumkan penemuan yang sangat mengejutkan; Mereka menemukan bahwa setiap bagian dari tubuh memiliki sistem getaran sendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien dan Grimal, peneliti lainnya, menemukan bahwa suara mempengaruhi sel-sel terutama sel-sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu memiliki pengaruh yag kuat; hal yang ajaib yang ditemukan oleh kedua peneliti tersebut adalah suara yang memiliki efek yang paling kuat terhadap sel-sel tubuh adalah suara manusia itu sendiri!!

Gambar 5: Suara bergerak dari telinga ke otak dan mempengaruhi sel-sel otak; para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa suara memiliki kekuatan penyembuh yang ajaib dan efek yang menakjubkan dari sel-sel otak yang mengembalikan keseimbangan ke seluruh tubuh! Membaca Al-Quran memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak dan mampu mengembalikan keseimbangannya; otak adalah organ yang mengontrol tubuh dan dari sini perintah-perintah dikirim kepada seluruh organ tubuh terutama sistem kekebalan tubuh.

Fabien, seorang ilmuwan sekaligus musisi, menempatkan sel-sel dari tubuh yang sehat dan mengenakannya kepada berbagai suara; Dia menemukan bahwa setiap not skala musik mempengaruhi medan elektromagnetik dari sel tersebut; ketika memotret sel ini dengan kamera Kirlian, ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektormagnetik dari sel itu berubah sesuai frekuensi suara dan tipe suara pembaca.

Kemudian ia melakukan eksperimen lainnya dengan mengambil setetes darah dari salah satu pasein; dan kemudian memonitor tetesan darah tersebut dengan kamera Kirlian dan meminta pasien itu untuk mengeluarkan berbagai nada. Dia menemukan, setelah memproses gambarnya, bahwa nada tertentu dalam tetesan darah itu mengubah medan elektromagnetiknya dan sepenuhnya bergetar merespon pemiliknya. Dia kemudian menyimpulkan bahwa ada nada-nada tertentu yang mempengaruhi sel-sel tubuh dan membuatnya lebih vital dan aktif, bahkan memperbaharuinya. Dia muncul dengan hasil yang penting bahwa suara manusia memiliki pengaruh kuat dan unik terhadap sel-sel tubuh; pengaruh ini tidak ditemukan pada instrumen lainnya. Peneliti ini mengatakan secara harfiah:

“Suara manusia memiliki dering khusus yang membuatnya menjadi alat pengobatan yang paling kuat (5). Fabien menemukan bahwa beberapa suara dengan mudah menghancurkan sel kanker, dan pada saat yang sama mengaktifkan sel sehat. Suara mempengaruhi sel darah manusia yang mentransfer frekuensi suara ini ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.”

Gambar 6: Sebuah sel kanker hancur dengan menggunakan frekuensi suara saja!! Itulah mengapa membaca Al-Quran memiliki dampak hebat dalam perawatan kanker paling berbahaya sekalipun dan penyakit-penyakit yang menurut medis tidak dapat disembuhkan!

Tetapi apakah pengaruh ini terbatas hanya untuk sel-sel tubuh? Jelaslah bahwa suara mempengaruhi apapun di sekitar kita. Inilah yang Masaru Emoto, seorang ilmuwan Jepang, buktikan dalam eksperimennya terhadap air; Dia menemukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul air sangat terpengaruh oleh suara, dan bahwa ada nada-nada tertentu yang berpengaruh pada molekul-molekul ini dan membuatnya menjadi lebih teratur. Jika kita mengingat bahwa tubuh manusia 70 persennya terdiri dari air, maka suara yang manusia dengar mempengaruhi keteraturan pada molekul-molekul air di dalam sel-sel dan dengan cara ini molekul-molekul itu bergetar.

Gambar 7: Bentuk molekul-molekul air berubah ketika terkena suara; dengan demikian, suara sangat mempengaruhi air yang kita minum. Jika kita membacakan ayat-ayat Al-Quran pada air, sifat-sifatnya akan berubah dan akan membawa pengaruh ayat-ayat Al-Quran ke setiap sel di dalam tubuh, menyebabkannya dapat menyembuhkan! (insya Allah). Pada gambar di atas, kita melihat sebuah molekul air yang beku; medan elektromagnetik di sekitar molekul ini berubah secara kontinyu akibat efek suara.

Bagaimana ayat-ayat Al-Quran bisa menyembuhkan?

Sekarang, mari menanyakan pertanyaan penting: apa yang terjadi di dalam sel-sel tubuh dan bagaimana suara menyembuhkan? Bagaimana suara ini mempengaruhi sel-sel yang rusak dan mengembalikan keseimbangannya? Dengan kata lain, bagaimana mekanisme penyembuhannya?

Para dokter terus mencari cara untuk menghancurkan beberapa virus; jika kita memikirkan tentang mekanisme virus ini, apa yang membuatnya bergerak dan menemukan jalannya kepada sel? Siapa yang memberikan virus itu informasi yang tersimpan di dalam, yang memungkinkannya untuk menyerang sel-sel dan berkembang biak di dalamnya? Apa yang menggerakkan sel-sel itu melawan virus ini untuk menghancurkannya sementara berdiri tak berdaya di depan virus lainnya?

Gambar 8: Virus dan kuman juga bergetar dan sangat terpengaruh oleh getaran suara terutama suara lantunan ayat-ayat Al-Quran, suara ini menghentikan virus dan kuman dan pada saat yang sama meningkatkan aktifitas sel-sel sehat dan membangkitkan program yang terganggu yang berada di dalam untuk menjadi siap melawan virus dan kuman.

Lantunan ayat suci Al-Quran menciptakan sekelompok frekuensi yang mencapai telinga kemudian bergerak ke sel-sel otak dan mempengaruhinya melalui medan-medan elektromagnetik frekuensi ini yang dihasilkan dalam sel-sel ini. Sel-sel itu akan merespon medan-medan tersebut dan memodifikasi getaran-getarannya, perubahan pada getaran ini adalah apa yang kita rasakan dan pahami setelah mengalami dan mengulang.

Ini adalah sistem alami yang Allah ciptakan pada sel-sel otak, ini adalah sistem keseimbangan alami; ini adalah apa yang Allah firmankan kepada kita di dalam Kitab Suci Al-Quran:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama [Allah]; [tetaplah atas] fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah. [Itulah] agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ar-Rum: 30)

Gambar 9: Gambar di atas adalah gambaran nyata sebuah sel darah yang terkena suara dan mulai mengubah medan elektromagnetik di sekitarnya; suara lantutan ayat suci Al-Quran mengubah informasi sel ini, membawa dan membuatnya lebih mampu melawan virus dan kerusakan yang diakibatkan oleh penyakit-penyakit ganas.

Ayat-ayat mana yang dapat menjadi terapi penyembuhan?

Setiap ayat Al-Quran memiliki kekuatan penyembuh yang luar biasa (atas izin Allah) untuk penyakit-penyakit tertentu; di antara surat yang biasanya dilantunkan untuk meruqyah adalah Al-Fatiha, ayat Kursi (ayat ke-255 di surat Al-Baqarah), dua ayat terakhir surat Al-Baqarah (285-286), dan tiga surat terakhir dalam Al-Quran (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) sebagaimana yang diberitahukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Tetapi, pada dasarnya semua ayat Al-Quran dapat menjadi terapi penyembuhan dan pencegahan dari berbagai penyakit, insya Allah.

Nabi paling mulia shalallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari membiasakan diri membaca ayat-ayat dan doa serta dzikir lainnya –selain mengkonsumsi makanan dan minuman alami yang sehat dengan adab-adab makan yang sehat- untuk perlindungan dari berbagai penyakit, baik fisik maupun psikis. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam berdoa kepada Allah untuk melindunginya dari gangguan setan, termasuk dari berbagai penyakit.

Pengobatan dengan ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam terbukti secara medis dapat menyembuhkan dari berbagai penyakit, apakah itu penyakit psikologis ataupun penyakit fisik (rohani ataupun jasmani), insya Allah.

Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al-Isra’: 82)

Sumber:

  1. Frekuensi suara diukur dengan satuan Hertz, yang berarti pengukuran satu getaran setiap satu detik; frekuensi suara ini berbeda dari satu orang dengan orang lainnya dan berdasarkan apa yang dikatakan oleh manusia.
  2. Joel Schwarz, How little gray cells process sound: they’re really a series of computers, University ofWashington, Nov. 21, 1997.
  3. Tomatis Alfred, The Conscious Ear, Station Hill Press, New York, 1991.
  4. Jenny Hans, Cymatics, Basilius Presse AG, Basel, 1974.
  5. Maman Fabien, The Role of Music in the Twenty-First Century, Tama-Do Press, California, 1997.
  6. Emoto Masaru. The Message from Water,HADO Kyoikusha. Tokyo, 1999.
  7. Keys Laurel Elizabeth, Toning the Creative Power of the Voice, DeVorss and Co. California, 1973.
  8. Simon Heather, The Healing Power of Sound, www.positivehealth.com.
  9. Kara Gavin, University of Michigan researchers publish new findings on the brain’s response to costly mistakes, University of Michigan, April 12, 2006.
  10. Brain Scans as Lie Detectors: Ready for Court Use?, Malcolm Ritter, www.livescience.com, 29 January 2006.
  11. Carl T. Hall, Chronicle Science Writer, Fib detector Study shows brain scan detects patterns of neural activity when someone lies, www.sfgate.com, November 26, 2001.

Diterjemahkan dari www.kaheel7.com dengan sedikit editan dan tambahan penerjemah.

– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/03/21/kekuatan-penyembuhan-dengan-al-quran-berdasarkan-penelitian-ilimah.html

Kisah Seorang Pemuda dan Bidadari Bermata Jeli

Abdul Wahid bin Zaid berkata, “Ketika kami sedang duduk-duduk di majelis kami, aku pun sudah siap dengan pakaian perangku, karena ada komando untuk bersiap-siap sejak Senin pagi. Kemudian saja ada seorang laki-laki membaca ayat, (artinya) ‘Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan memberi Surga.’ (At-Taubah: 111). Aku menyambut, “Ya, kekasihku.” Continue reading…

‘Aisyah – Ma’isyah (Rumus Ekonomi Nikah)

Hari ini ada bahasan menarik dari pakar perencanaan keuangan syar’i, mas Ahmad Gozali di twitter beliau. Saya coba kumpulkan menjadi satu halaman disini, semoga bermanfaat.

*****

Oke kita mulai Aisyah & Maisyah ya…. tagnya #AiMa ya

Aisyah adlh istri Rasulullah SAW yg paling sering dibahas dlm sejarah. Aisyah adlh icon istri idaman para lelaki bujangan. #AiMa

Maisyah artinya sumber nafkah… api pembakar tungku di dapur, bensin penggerak mesin rumah tangga, perannya kecil tapi penting.#AiMa

Aisyah & Maisyah adalah 2 hal yg menjadi faktor tarik-ulur para pemuda di penghujung masa lajangnya….. #AiMa

Continue reading…

Takdir ALLAH itu begitu baik. (Dedikasi Untuk Adikku Tercinta, Ahmad Isrofiel Mardlotillah yg sedang diuji oleh Allah)

Jika kita pandang dari satu sisi mungkin terasa tidak enak.

Namun coba kita pandang dari sisi lain, ALLAH punya maksud lain yang terbaik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu keletihan dan penyakit (yang terus menimpa), kehawatiran dan kesedihan, juga gangguan dan kesusahan, bahkan duri yang melukainya; melainkan ALLAH akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” [HR. Bukhari]

Perhatikanlah janji ALLAH…

Dosa-dosa akan berguguran satu demi satu, jadi tidak perlu bersedih; “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (lihat, al-Insyiraah: 5)

Jadi, tidak perlu juga gelisah; “Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran.” [HR. Ahmad – sahih]

Jalan keluar begitu dekat bagi orang yang bertakwa.

Pertolongan mudah datang jika seseorang bersabar.
Continue reading…